Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Menghadapi Situasi Krusial di Pesawat

Tips Menghadapi Situasi Krusial di Pesawat

Proses evakuasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak masih dilakukan di perairan Pulau Seribu.

Dalam proses pencarian, pihak Basarnas telah mengumpulkan 74 kantong jenazah berisi bagian-bagian tubuh dari korban penumpang pesawat Sriwijaya Air.

Pada proses pencarian, basarnas juga telah menemukan sejumlah puing pesawat. Ada 16 kantong berisi material pesawat berukuran kecil dan 24 kantong material pesawat berukuran besar.

Kecelakaan pesawat selalu dianggap mengancam nyawa. Peluang keselamatan bagi penumpang tidaklah nol.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (AS) menyatakan kecelakaan pesawat memiliki tingkat survivabilitas (selamat) sebesar 95,7 persen.

Namun, sayangnya banyak penumpang pesawat yang tidak terlatih untuk menghadapi situasi krusial tersebut di pesawat.

Saat kamu akan melakukan perjalanan dengan jalur penerbangan, patuhi peraturan maskapai penerbangan yang berlaku dan pahami penjelasan awak kabin soal keselamatan.

Hal ini sangat berguna untuk menyelamatkan diri tengah dihadapkan dengan kondisi darurat.

Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat menilai, sedikit penumpang pesawat yang memperhatikan pengarahan keselamatan sebelum penerbangan dilakukan.

Alasannya, baik karena telah mendengar aturan yang sama berkali-kali atau percaya jika pesawat jatuh tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi situasi krusial di pesawat.

1. Pakai pakaian yang tepat

Memakai celana jeans dan baju lengan panjang juga nyaman dinilai dapat melindungi anggota tubuh dari benda tajam dan api.

Kamu dapat meningkatkan peluang selamat dari kebakaran pesawat dengan mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan katun atau bahan alami lainnya.

Bahan kain seperti itu juga tidak mudah terbakar seperti benda sintetis. Kamu juga dapat memakai sepatu bot ataupun sepatu lain yang lebih nyaman digunakan saat bergerak cepat.

2. Ingat, hanya ada waktu 90 detik

Banyak yang belum mengetahui bahwa ketika pesawat mengalami pendaratan darurat, waktu untuk mengevakuasi penumpang ternyata begitu singkat. Waktu yang diberikan hanya 90 detik.

Dalam waktu singkat tersebut, seluruh penumpang pesawat dan awak kabin sudah harus berada di luar pesawat.

Jika evakuasi berlangsung lebih dari 90 detik, maka ada beberapa risiko yang bisa terjadi.

Saat pesawat mendarat darurat di darat, maka ada kemungkinan akan meledak. Sementara jika pendaratan darurat dilakukan di atas air, maka kemungkinan pesawat tenggelam juga bisa terjadi.

Waktu 90 detik ini berlaku sejak pilot memberitahukan "evacuate-evacuate". Evacuate menginstruksikan semua orang di dalam pesawat harus segera keluar dari pesawat.

Namun, kenapa harus 90 detik? Ternyata hal ini berhubungan dengan prosedur keselamatan yang harus dilakukan saat pesawat terpaksa mendarat darurat, lho.

Dilansir Simple Flying, prosedur tersebut rupanya menjadi persyaratan wajib yang harus dimiliki pesawat baru. Jika tidak sesuai, maka otoritas penerbangan tidak akan menyetujui sertifikasi keselamatannya.

3. Perhatikan demo keselamatan yang diberikan pramugari

Tak peduli berapa jam terbang yang kamu miliki dalam melakukan penerbangan, petunjuk keselamatan maupun instruksi atau demo keselamatan sangatlah penting selama berada di dalam pesawat yang harus selalu diperhatikan oleh penumpang.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS men-survei hampir 500 penumpang yang terlibat dalam evakuasi pesawat antara tahun 1997 dan 1999.

Mereka menemukan kurang dari 50 persen penumpang memperhatikan presentasi keselamatan oleh pramugari. Bahkan ada juga penumpang yang sama sekali tidak memperhatikan.

4. Ketahui aturan critical eleven

Tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing adalah saat-saat paling krusial dalam dunia penerbangan.

Fase ini disebut critical eleven atau sebelas menit paling kritis di dalam pesawat.

Ini menjadi waktu krusial karena bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. Pada critical eleven, pilot yang bertugas harus melakukan komunikasi secara intensif dengan Air Traffic Controller (ATC) untuk mengendalikan pesawat sesuai dengan standar operasi yang berlaku.

Statistik mencatat bahwa 80 persen kecelakaan pesawat terjadi pada rentang waktu sebelas menit yang dikenal sebagai critical eleven ini.

Dalam menghadapi critical eleven, biasanya awak kabin akan memberikan arahan bagi para penumpang seperti mematikan ponsel, menutup meja, menegakkan sandaran kursi, membuka tirai jendela, dan menggunakan seat belt.

Aturan-aturan ini diberikan untuk mendukung jalannya evakuasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan menunjang keselamatan penerbangan.

5. Segera lakukan brace position

Brace position adalah posisi dengan meluruskan kaki dan membenamkan kepala ke lutut atau meletakkannya ke sandaran tempat duduk di depanmu, sementara posisi tangan melindungi kepala.

Posisi ini membantu mencegah kepalamu terbentur ke permukaan keras, sehingga peluang untuk selamat dari kecelakaan pesawat akan semakin besar.

Dilansir The Express, Federal Aviation Agency (FAA) mengklaim bahwa brace position akan meminimalkan guncangan yang terjadi pada tubuh dan mengurangi terjadinya dampak sekunder akibat jatuhnya pesawat atau pendaratan darurat.

Brace position juga dinilai tiga kali lebih aman ketimbang kamu duduk dengan tegak. Hanya saja, brace position cuma bisa dilakukan saat kursi kamu berdiri dengan tegak dan meja di bangku milikmu terlipat dengan sempurna.

Ada tiga posisi brace position yang bisa kamu lakukan saat di pesawat. Pertama, kamu bisa merapatkan kedua kaki, lalu menundukkan kepala sedekat mungkin dengan lutut. Kemudian peluk erat kakimu dengan menggunakan kedua tangan.

Cara kedua yaitu dengan menempelkan kepala ke kursi penumpang yang ada di depanmu dengan posisi tangan melindungi kepala. Kemudian kaki kamu rapatkan, sembari menundukkan badan dekat dengan kedua kaki.

Sedangkan cara ketiga adalah dengan menyandarkan tanganmu ke bangku penumpang yang ada di depanmu, serta menundukkan kepala sedekat mungkin dengan kedua kaki yang dirapatkan.

Artikel Terkait :

Berlangganan via Email