Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Viral Prajurit TNI AD Ikut Takbir Sambut Kepulangan Habib Rizieq, Langsung Terkena Sanksi Militer

Viral Prajurit TNI AD Ikut Takbir Sambut Kepulangan Habib Rizieq, Langsung Terkena Sanksi Militer

Kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab dari Arab Saudi pada Selasa (10/11) kemarin rupanya membuat karir militer seorang prajurit TNI AD berada di ujung tanduk.

Pasalnya seorang prajurit terancam akan dikenai sanksi militer usai rekamannya kala ikut bertakbir dan "menyambut" kepulangan sang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) menjadi viral.

Pgs. Kapendam Jaya Kolonel Inf Refki Efriandana Edwar menyatakan bahwa video itu dibuat ketika sekelompok prajurit TNI AD diterjunkan untuk membantu pengamanan objek vital Bandara Soekarno-Hatta.

Dan dalam perjalanan menggunakan truk militer, sang prajurit merekamnya sembari berteriak siap mendukung Rizieq serta menyerukan takbir.

Prajurit tersebut ialah Kopda Asyari, anggota Yonzikon 11 Kodam Jaya yang merekam video tersebut. "On the way bandara, persiapan pengamanan Imam Besar Habib Rizieq Syihab. Kami bersamamu Imam Besar Habib Rizieq Syihab. Takbir, Allahuakbar!" demikian ungkap Kopda Asyari dalam Video nya, pada Rabu (11/11).

Lalu apa kata Kodam Jaya? "Sekiranya pukul 10.00 WIB saat melintas di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, yang bersangkutan mengambil/merekam video dan memberikan komentar tentang tugas yang berbeda dengan tugas yang diberikan oleh Komando untuk pengamanan obyek vital nasional Bandara Soekarno Hatta," ujar Kolonel Inf Refki.

Tindakan viral Kopda Asyari ini dianggap sebagai bentuk pelanggaran tata kehidupan militer.

Prajurit pun akan dikenai sanksi disiplin sebagai imbasnya.

"Dalam tata kehidupan militer, tindakan prajurit tersebut jelas bertentangan dengan hukum sebagaimana diatur dalam pasal 8 huruf a UU nomor 25 tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer," kata Refki. "Dan akan dijatuhi sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya."

Lebih spesifiknya, letak pelanggaran Kopda Asyari adalah pada pelaksanaan tugasnya. Sebab TNI AD ditugaskan untuk menjaga objek vital Bandara Soekarno Hatta dan bukannya berteriak menjaga kedatangan sang Imam Besar FPI yang sudah bermukim di Arab Saudi sejak April 2017.
Artikel Terkait :

Berlangganan via Email