Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengaruh Diabetes Terhadap Kondisi Rongga Mulut



Rongga Mulut

Saat kadar gula dalam darah tidak dapat terkontrol dengan baik, terdapat banyak risiko kesehatan yang bisa terjadi, seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, kerusakan sistem saraf hingga otak. Akan tetapi, tahukah kalian bahwa penyakit diabetes juga bisa memengaruhi kesehatan rongga mulut kalian?

Seseorang yang didiagnosis menderita diabetes, mempunyai kadar glukosa yang sangat tinggi dan juga daya tahan tubuhnya terhadap serangan infeksi sangatlah rawan alias rendah. Kadar glukosa yang terlalu tinggi di dalam darah dapat menyebabkan rasa nyeri, infeksi, dan berbagai masalah pada mulut termasuk gangguan pada gigi, gusi, dan juga pada lidah.

Peningkatan glukosa akan membuat bakteri di mulut tumbuh dengan subur dan dapat merusak keseimbangan dari sel darah putih yang menjadi pertahanan utama tubuh dalam melawan infeksi bakteri di mulut.

Ketika diabetes tersebut tidak dapat terkontrol, tidak hanya glukosa yang ada di dalam darah saja yang akan meningkat, tetapi juga glukosa pada air liur. Air liur yang mengandung kadar glukosa yang tinggi dapat menyebabkan bakteri mudah tumbuh di dalam mulut. Bakteri ini dapat menyebabkan penumpukan plak-plak pada gigi yang kemudian akan membuat gusi dan daerah sekitar mulut menjadi meradang serta terinfeksi.

Berikut ini adalah beberapa masalah mulut yang bisa dialami oleh penderita diabetes, diantaranya:

1. Sariawan
Salah satu hal yang cukup sering dialami oleh penderita diabetes ialah sariawan. Kondisi ini disebabkan oleh jamur yang berkembang seiring dengan meningkatnya tingkat gula dalam darah dan saliva penderita diabetes.

2. Gigi berlubang
Hal lain yang sering dialami oleh penderita diabetes ialah gigi berlubang. Hal ini biasanya diakibatkan karena jumlah karies meningkat yang dikarenakan aliran darah mengandung glukosa yang berperan sebagai substrat kariogenik.

3. Xerostomia
Xerostomia (mulut kering) ini merupakan kondisi pada mulut yang kekurangan air liur, sehingga dapat meningkatkan risiko penumpukan plak pada gigi dan infeksi pada gusi. Penderita diabetes biasanya akan merasa bahwa mulutnya sering menjadi kering, bibir pecah-pecah, timbul rasa nyeri, dan susah mengunyah.

Masalah ini bisa diatasi yaitu dengan cara mengonsumsi permen-permen seperti permen mint yang tidak mengandung gula agar memicu produksi air ludah, sering minum air putih, berkumur dengan obat kumur yang mengandung flouride, menghindari rokok, dan kafein.

4. Candidiasis
Candidiasis yaitu kondisi peradangan yang diakibatkan oleh jamur di mulut terlalu banyak dan tumbuh dengan cepat. Sedangkan gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini ketika mengalami hal ini adalah timbul rasa nyeri, gusi dan lidah terlihat berwarna merah atau terkadang putih. Untuk mengatasi hal ini, biasanya dokter memberikan obat untuk menghentikan pertumbuhan jamur pada mulut.

5. Periodontitis
Jika penderita diabetes ini mengalami masalah periodontitis, maka gejala dan tanda yang mudah diketahui yaitu gusi yang memerah, membengkak, berdarah, serta memiliki bau napas yang kurang sedap, dan bisa membuat gigi tanggal atau copot yang diakibatkan tidak kuatnya akar gigi. Pada beberapa kasus yang sangat parah ialah penderita diabetes yang mengalami masalah periodintitis dianjurkan untuk dapat melakukan operasi.

6. Gingivitis
Gejala yang ditimbulkan adalah gusi yang memerah dan juga berdarah. Masalah ini bisa diatasi dengan rutin menyikat gigi dan pergi ke dokter gigi secara berkala untuk membersihkan gigi.

7. Burning mouth syndrome
Rasa terbakar yang dirasakan pada mulut ini disebabkan oleh kadar gula dalam darah yang meningkat. Rasa panas pada mulut bisa diatasi dengan menurunkan gula darah tubuh.

Lalu, apa yang harus kalian lakukan untuk mencegah gangguan rongga mulut akibat diabetes?

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, oleh karena itu penting untuk kalian melakukan tindakan pencegahan berikut ini:
  • Menjaga kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol tetap normal.
  • Melakukan perawatan gigi secara berkala minimal dua kali dalam setahun.
  • Menyikat gigi setidaknya dilakukan dua kali dalam sehari dan lakukan kumur-kumur dengan obat kumur yang mengandung fluoride.
  • Jangan merokok. 

Demikianlah informasi mengenai Pengaruh Diabetes Terhadap Kondisi Rongga Mulut.
Artikel Terkait :

Berlangganan via Email