Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Akhlak Mulia Nabi Muhammad yang Disebutkan dalam Kitab Taurat

Akhlak Nabi dalam Kitab Taurat
Sebagai penutup para nabi dan utusan, kedatangan Nabi Muhammad Saw yang sudah disebutkan oleh Allah dalam kitab-kitab samawi sebelumnya, terutama yaitu di dalam kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa. Di dalam kedua kitab tersebut, kedatangan Nabi Muhammad Saw ditandai dengan sifat-sifat dan akhlak terpuji yang menjadi karakter dirinya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Darimi dari Ka’ab, dia merupakan seorang ulama Yahudi yang beriman kepada Nabi Saw, dia berkata;

نجد مكتوباً في التوراة محمد رسول الله عبدي المختارلا فظٌّ ولا غليظ ولا سخّاب في الأسواق ولا يجزي بالسيئة السيئة ولكن يعفو ويغفر

Kami menemukan di dalam kitab Taurat, ‘Muhammad adalah utusan Allah, hamba-Ku yang terpilih, dia tidak keras dan tidak pula kasar, tidak membuat gaduh di pasar-pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan, akan tetapi dia memaafkan dan mengampuni nya.

Selain itu, dalam hadis lain riwayat Imam Bukhari dari Atha’ bin Yasar, dia berkata;

لقيت عبد الله بن عمرو بن العاص، قلت: أخبرني عن صفة رسول الله في التوراة، قال: أجل، والله إنّه لموصوف في التوراة ببعض صفته في القرآن، يَا أَيُّهَا النبي إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا وحرزاً للأميين، أنت عبدي ورسولي، سمّيتك المتوكل، ليس بفظّ، ولا غليظ، ولا سخاب في الأسواق السخب: الصياح، ولا يدفع بالسيئة السيئة، ولكن يعفو ويغفر

Saya bertemu dengan Abdullah bin Umar, kemudian saya seraya berkata kepadanya, ‘Beritahu kan kepadaku tentang sifat Rasulullah Saw yang terdapat di dalam Taurat.’ Abdullah bin Umar menjawab, ‘Baik, demi Allah, sesungguhnya sifat Rasulullah Saw di dalam kitab Taurat seperti sifatnya dalam al-Quran, yaitu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, dan melindungi orang-orang ummi.’

Disebutkan juga, ‘Dia adalah hamba-Ku dan utusan-Ku, Aku menamaimu seorang penerima perwakilan, tidak kasar dan keras, tidak membuat kegaduhan di pasar-pasar, tidak menghilangkan keburukan dengan keburukan, akan tetapi memaafkan dan mengampuni.

Melalui penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa ciri dari sifat dan akhlak Nabi Saw yang telah disebutkan dalam kitab Taurat, selain menjadi hamba dan utusan Allah, beliau tidak egois dan keras kepala, tidak kasar kepada orang lain, baik dalam prilaku maupun perkataan, tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan serupa akan tetapi beliau memaafkan.
Artikel Terkait :

Berlangganan via Email