√ 10 Fakta tentang Nabi Muhammad (SAW) - Satriaryan22

10 Fakta tentang Nabi Muhammad (SAW)

Sejak awal sejarah peradaban dunia dan Islam, ada banyak Nabi dan Rasul yang diutus untuk mengajarkan orang-orang cara beribadah kepada Allah dan membimbing ke jalan yang benar. Dalam kitab suci umat Islam, Quran, juga disebutkan ada 25 nama nabi.

Salah satu teladan terbaik yang kita kagumi ialah Nabi Muhammad (SAW), sosok yang sangat dikenal umat Muslim sebagai utusan Allah. Ia merupakan pemimpin inspirasional yang membangun Islam sebagai salah satu agama terbesar di dunia. Kepribadian Nabi Muhammad (SAW) dan cara hidupnya tidak hanya sekadar dikagumi, tapi juga diteladani. Ada beberapa fakta menarik tentang  Nabi Muhammad (SAW) yang kita harus tahu.

1. Nabi Muhammad (SAW) adalah Seorang anak Yatim


Nabi Muhammad (SAW) lahir di bulan Rabiul Awal pada 570 Masehi (M) di tahun gajah. Sang ayah, Abdullah, meninggal beberapa bulan sebelum Rasulullah lahir. Saat baru berusia enam tahun, ibunda Nabi Muhammad (SAW) meninggal dunia. Kemudian sang kakek, Abdul Muttalib mengasuh dan membesarkan Nabi Muhammad (SAW) yang sudah yatim piatu. Abdul Muttalib meninggal di usia 82 tahun dan Rasulullah kemudian diasuh oleh sang paman, Abu Talib. Ia dan istrinya, Fatimah binti Asad, menyayangi Nabi Muhammad (SAW) seperti anak mereka sendiri.

2. Khadijah binti Khuwaylid melamarnya


Saat Nabi Muhammad (SAW) berusia 25 tahun, ia dilamar oleh Khadijah, wanita yang mempekerjakannya. Pernikahan monogami mereka berlangsung selama 24 tahun hingga akhirnya Khadijah meninggal.

3. Reaksi Nabi Muhammad (SAW) saat pertama kali diturunkan wahyu


Nabi Muhammad (SAW) seringkali mengasingkan diri di gua Hira yang berada di sebuah gunung dekat Mekah untuk meditasi dan meminta petunjuk religius. Suatu malam di tahun 610 M, saat ia sedang berbaring di gua Hira, malaikat Jibril menampakkan diri dan menurunkan wahyu pertama. Ini membuatnya kebingungan dan takut karena Nabi Muhammad (SAW) menyadari bahwa dirinya diberikan tanggung jawab yang sangat besar dan tak yakin bisa mengembannya. Setelah wahyu pertama diturunkan, Nabi Muhammad (SAW) bergegas meninggalkan gua dan pulang ke rumah untuk menceritakannya kepada Khadijah. Wahyu pertama ini menandai perjalanan Nabi Muhammad (SAW) sebagai nabi.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-’Alaq 96:1-5)


4. Pribadi yang rendah hati dan sederhana


Kendati memiliki begitu banyak pengikut, Nabi Muhammad (SAW) tetap rendah hati dan tidak meninggikan dirinya dari orang-orang. Ia terus menanamkan kepada para pengikutnya bahwa dirinya hanyalah utusan Allah dan mereka tidak boleh memujanya.

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Al-Kahf 18:110)

5. Salat hingga Kakinya Bengkak

Diriwayatkan oleh Mughirah bin Syu’bah, Nabi Muhammad (SAW) sering melaksanakan salat hingga kedua mata kakinya bengkak. 

Lalu dikatakan kepadanya, “Mengapa engkau membebani dirimu, padahal Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?” Beliau menjawab, “Bukankah seharusnya aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?” (HR. Muslim)

6. Mukjizat dari Nabi Muhammad (SAW)


Di hari saat dibuat Perjanjian Hudaibiyah, orang-orang merasa sangat haus dan bergegas mendatangi Nabi Muhammad (SAW). Mereka tidak punya air untuk minum atau wudhu dan hanya memiliki sewadah kecil air yang jelas tidak cukup untuk mereka semua. Nabi Muhammad (SAW) lalu memasukkan tangannya ke dalam wadah tersebut dan air mulai mengalir dari jemarinya seperti mata air. Semuanya kemudian bisa minum dan wudhu.

7. Mencetuskan Hak bagi Perempuan


Pada abad ke-7 Masehi di Arab, perempuan memiliki hak yang sangat sedikit. Bahkan sebelum Islam, anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup hanya karena perempuan dipandang memalukan. Selain itu prostitusi ada di mana-mana dan perempuan diperlakukan seperti barang milik suami. Di sisi lain, perceraian hanya bisa dilakukan oleh suami dan warisan hanya bisa diturunkan pada pihak yang kuat. Adalah Nabi Muhammad (SAW) yang melakukan perubahan revolusioner untuk hak-hak perempuan di masa itu. Ia mengajarkan bahwa perempuan setara dengan lelaki di mata Allah, serta melarang perzinahan dan kekerasan seksual terhadap perempuan.

Seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad (SAW),

“Dan aku perintahkan agar kau memperlakukan perempuan dengan baik.” (HR. Tirmidzi)

8. Mencetuskan Hak bagi Hewan


Nabi Muhammad (SAW) melarang penyiksaan terhadap hewan dan mengajarkan bahwa manusia bisa masuk surga karena mereka berbuat baik terhadap binatang.

“Ketika tengah berjalan, seorang laki-laki merasa sangat kehausan. Dia turun ke suatu sumur dan meminum darinya. Tatkala ia keluar, tiba-tiba ia melihat seeokor anjing yang sedang kehausan sehingga menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah yang basah. Orang itu berkata: “Sungguh anjing ini telah tertimpa (dahaga) seperti yang telah menimpaku.” Ia (turun lagi ke sumur) untuk memenuhi sepatu kulitnya (dengan air) kemudian memegang sepatu itu dengan mulutnya lalu naik dan memberi minum anjing tersebut.

Maka Allah berterima kasih terhadap perbuatannya dan memberikan ampunan kepadanya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasullulah, apakah kita mendapat pahala (bila berbuat baik) pada binatang?” Beliau bersabda: “Pada setiap yang memiliki hati yang basah (hewan) maka terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadanya).” (HR. Bukhari)

9. Memaafkan Musuh


Awal perjalanan Nabi Muhammad (SAW) menjadi nabi tidaklah mudah. Ajaran yang dibawanya tidak diacuhkan di kampung halamannya sendiri karena bertentangan dengan gaya hidup masyarakat di Mekah saat itu. Nabi Muhammad (SAW) dan para pengikutnya pun mengalami persekusi berat. Penduduk Mekah bahkan menyiksa dan membunuh pengikut Rasulullah, serta mengusirnya dari Mekah. Namun seiring Islam berkembang, Nabi Muhammad (SAW) membawa umat Muslim kembali ke Mekah. Mereka bahkan berhasil memasuki dan menaklukkan Mekah tanpa ada pertumpahan darah dan Nabi Muhammad (SAW) pun mengampuni orang-orang yang memusuhinya.

10. Membuat Piagam Madinah

Setelah bermigrasi dari Mekah ke Madinah (hijrah), Nabi Muhammad (SAW) membuat rumusan perjanjian. Perjanjian-perjanjian tersebut dibuat untuk berbagai golongan, dari Mujahirun, suku-suku besar di Yathrib (Madinah), Yahudi, Kristen, penyembah berhala, dan para mualaf yang disebut sebagai Ansar. Piagam Madinah yang juga disebut sebagai Konstitusi Madinah menyatakan bahwa mereka semua adalah “satu bangsa” dan setiap golongan memiliki hak untuk bebas beribadah. Piagam ini membentuk pondasi dasar negara Islam di Madinah.
Buka Komentar
Tutup Komentar

0 Response to "10 Fakta tentang Nabi Muhammad (SAW) "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel